Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Asal Usul Tegal

Gambar
Tegal kuwe asale saka tembung Tetegal sing artine sawah sing bisa ditanduri palawija. Asal-usul Tegal ora bisa dipisahna karo tokoh Ki Gede Sebayu sing urip sekitar taun 1980. ki Gede Sebayu asale saka Kerajaan Pajang. Kerajaan Pajang dikalahna dening Kerajaan Mataram, akeh priyayi muda lan bangsawan lunga ngumbara nggolet panguripan sing anyar. Ki Gede Sebayu ngumbara parane ngulon. Ki Gede Sebayu mangkat karo Raden Sidawini. Ki Gede Sebayu karo Raden Sidawini nglewati alas-alas. Ana ing alas akeh begal, dadi Ki Gede Sebayu lan Raden Sidawini ora mung bekal dhuwit nanging bekal ilmu agama lan ilmu bela diri. KiGede Sebayu lan Raden Sidawini anjog neng dhaerah Pemalang sing wis akeh penduduke. Sak wetara Ki gede Sebayu karo Raden Sidawini manggon neng Pemalang. Sawise pirang-pirang taun neng Pemalang Ki Gede Sebayu lan Raden Sidawini ditampa dadi tokoh masyarakat. Ora let suwe, Raden Sidawini diangkat dad bupati Pemalang. Ki Gede Sebayu nerusna ngumbarane mring kulon nggoleti Ki...

Asal Usul Brebes

Gambar
Memang ana cerita- cerita sing nyeritakna anane aran-aran desa tertentu ning sajerone wilayah Kabupaten Brebes. Misale cerita soal desa Padasugih, Wangandalem, Gandasuli, Pasarbatang, Kersana, Ketanggungan lan liya-liyane. Tapi kuwe kabeh mung cerita-cerita dopokan. Laka data sing bisa go didadikna bahan go penulisan sejarah lokal. Yen saiki ana wong-wong sing kaur nyalin cerita-cerita rakyat kuwe ning bentuk tulisan, hasile ya mung salinan thok, sing tetep ora bisa didadikna go data penulisan sejarah. Salah siji cerita apik soal laire kota Brebes justru ana ning Serat Kanda edisi Brandes . Jare cerita kiye, sawise Kerajan Majapahit ngadeg lan Raden Susuruh dinobatna dadi raja ning kerajaan anyar kuwe nganggo aran Brawijaya sing kedadiyane ning taun 1221 Saka nganggo candra sengkala Sela-Mungal-Katon-Tunggal (atawa tahun 1299 Masehi), raja Brawijaya terus ngangkat Wirun dadi pepatih nganggo aran juluk Adipati Wirun, Nambi dadi tumenggung lan Reksapura dadi wedana jero. Raja Brawijay...

Anak Pipit Dan Kera

Gambar
Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya. Ada seekor itik yang selalu pergi ke tepian itu. Dia senang mandi sepuas-puasnya di tepian itu setelah selesai mencari makan dan kenyang perutnya. Pada mulanya, kera membiarkan itik itu mandi di tepian. Akan tetapi, ketika dia melihat air di tepian menjadi keruh setiap itik itu selesai dia pun marah. “Cis tak tahu malu, mandi di tepian orang lain!” maki kera kepada itik yang baru saja selesai mandi. “Bercerminlah dirimu yang buruk rupa itu! Patukmu seperti sudu (paruh yang lebar). Matamu sipit seperti pampijit (kutu busuk)! Sayapmu lebar seperti kajang sebidang (selembar atap dari dawn nipah)! Jari-jarimu berselaput jadi satu! Enyahlah kau, itik jelek!” Itik malu ...

PERMOHONAN SIKAYA DAN SIMISKIN

Gambar
Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s.. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s., "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar Allah s.w.t. menjadikan aku orang yang kaya." Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t. ". Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia...

A ROSE FROM HOMER’S GRAVE

Gambar
All the songs of the east speak of the love of the nightingale for the rose in the silent starlight night. The winged songster serenades the fragrant flowers. Not far from Smyrna, where the merchant drives his loaded camels, proudly arching their long necks as they journey beneath the lofty pines over holy ground, I saw a hedge of roses. The turtle-dove flew among the branches of the tall trees, and as the sunbeams fell upon her wings, they glistened as if they were mother-of-pearl. On the rose-bush grew a flower, more beautiful than them all, and to her the nightingale sung of his woes; but the rose remained silent, not even a dewdrop lay like a tear of sympathy on her leaves. At last she bowed her head over a heap of stones, and said, “Here rests the greatest singer in the world; over his tomb will I spread my fragrance, and on it I will let my leaves fall when the storm scatters them. He who sung of Troy became earth, and from that earth I have sprung. I, a rose from the grave of ...

PERI KUKU TIARA

Gambar
“Akh… tidak mau…” teriakan Tiara membuat gempar seisi rumah. Teriakannya bukan tanpa sebab, rupanya dia tidak mau mandi dan memotong kukunya. Dia malas sekali untuk membersihkan dirinya sendiri. Ibunya terus memaksanya untuk membersihkan diri tapi teriakannya makin keras diikuti tangisan. Ibu jadi tidak tega melihat tiara menangis tapi dia juga tidak ingin anak kesayangannya menjadi sakit karena sifat joroknya. Akhirnya Ibu menemukan ide agar Tiara meninggalkan sifat joroknya, lalu dia berkata “ya sudah tidak apa-apa, tapi cuci tangan lalu makan dan nanti sebelum tidur ibu mau mendongeng buat Tiara, mau?”, Tiara mengusap air matanya dan menganggukan kepalanya. Pada malam harinya seperti yang sudah ibu janjikan, dia mendongengkan Tiara tentang peri kuku. Ibu mendongeng dengan penuh semangat, sehingga Tiara pun ikut semangat mendengarya. Ibu menceritakan bahwa peri kuku suka sekali pada anak yang bersih dan berbau wangi, peri kuku akan selalu disamping anak yang bersih untuk melindun...

KUDA PONNY YANG MALAS DAN KELEDAI UNGU YANG RAJIN

Gambar
Pada zaman dahulu , di suatu desa terpencil yang jauh dari hingar - bingar kota , hiduplah sebuah keluarga miskin tanpa mempunyai anak , mereka adalah pak Rama dan bu Dita. Mereka hanya tinggal bersama dua hewan peliharaannya , Ponny dan Ungu . Ponny merupakan seekor kuda yang memiliki ponny cantik , bentuk tubuhnya juga sangat indah , banyak orang yang mengagumi kecantikan si kuda ponny ini , apalagi ketika ponny sedang berlari dan tertawa , suaranya sangat merdu . Sedangkan Ungu merupakan seekor keledai jelek yang berwarna ungu , bentuk tubuhnya juga tidak secantik ponny , tubuhnya pendek dan kumal , bahkan suaranya sangat jelek , sehingga orang - orang tidak memperhatikannya . Pak Rama dan bu Dita lebih menyayangi si ponny daripada si ungu . Mereka memanjakan dan memperlakukan si ponny dengan sangat spesial , sedangkan ungu hanya diperlakukan biasa saja . Jika ada pekerjaan ...